Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Siring Agung, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu

Roro Erina Wirasekti, Rani Septiana, Muhamad Ridwan Mubarokh, Mayang Tyas Nur Istikomah, Baihaqi

Penulis

  • Roro Wirasekti Universitas Bengkulu

Abstrak

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih sering dibuang secara sembarangan oleh masyarakat, baik ke tanah maupun saluran air, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 108 Kelompok 149 di Desa Siring Agung, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu melaksanakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah sebagai upaya pengelolaan limbah rumah tangga dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang didukung oleh pelaksanaan kegiatan pelatihan di lapangan. Kegiatan pelatihan meliputi sosialisasi bahaya pembuangan minyak jelantah, demonstrasi proses pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif, pencampuran dengan parafin, penambahan pewarna dan minyak esensial, pemasangan sumbu, pencetakan, dan pendinginan hingga lilin siap digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan memahami bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta mampu mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah, tetapi juga meningkatkan keterampilan masyarakat dan membuka peluang ekonomi kreatif melalui pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-08-11

Cara Mengutip

Wirasekti, R. (2026). Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Siring Agung, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu: Roro Erina Wirasekti, Rani Septiana, Muhamad Ridwan Mubarokh, Mayang Tyas Nur Istikomah, Baihaqi. Jurnal Dremi (Demi Pengabdi Masyarakat), 3(2), 233–244. Diambil dari https://ejournalrisetsadewa.com/index.php/dremi/article/view/104