Penyuluhan Pengelolaan Limbah Perkebunan Sawit Warga; Potensi Nilai Ekonomis di Desa Beriang Tinggi, Kabupaten Kaur
Kata Kunci:
Limbah kelapa sawit, Tandan kosong sawit, Pelepah sawit, Kompos, Pengelolaan limbah berkelanjutanAbstrak
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama yang menjadi mata pencaharian masyarakat Desa Beriang Tinggi, Kabupaten Kaur, namun aktivitas budidayanya menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar berupa tandan kosong sawit (TKS) dan pelepah hasil pemangkasan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan potensi limbah perkebunan kelapa sawit serta menyusun rekomendasi metode pengelolaan limbah yang sesuai dengan kondisi petani setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan terhadap tiga pengelola kebun sawit dengan total luasan ± 32,5 hektar, mewakili skala dan tipe kepemilikan kebun yang beragam. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh limbah TKS dan pelepah selama ini hanya ditumpuk dan dibiarkan terurai secara alami, bukan karena ketidaktahuan petani, melainkan akibat keterbatasan alat pengolahan, tekanan operasional kebun, dan belum adanya pendampingan atau penyuluhan yang menyentuh petani secara langsung. Berdasarkan analisis potensi dan kriteria kelayakan lapangan, direkomendasikan tiga metode pengelolaan limbah, yaitu pengomposan padat dari pelepah sawit dan aplikasi TKS sebagai mulsa terstruktur sebagai prioritas utama karena tidak memerlukan alat maupun modal tambahan, serta pembuatan pupuk cair dari pelepah sebagai opsi lanjutan jangka menengah. Penerapan metode-metode tersebut berpotensi mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 15–30% per musim serta membuka peluang pendapatan tambahan dari penjualan kompos organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dan perangkat desa dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.




