Limbah kelapa sawit, Tandan kosong sawit, Pelepah sawit, Kompos, Pengelolaan limbah berkelanjutan
Kata Kunci:
Pengelolaan sampah, Pemetaan TPS, Bak sampah, Pemberdayaan masyarakat, KeberlanjutanAbstrak
Permasalahan sampah di Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur disebabkan oleh belum tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terpetakan dengan baik serta minimnya fasilitas bak sampah, sehingga masyarakat masih membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemetaan titik TPS dan pembuatan bak sampah di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah kombinasi pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis pemetaan spasial, yang dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pemetaan spasial TPS menggunakan GPS dan SIG, pembuatan bak sampah berdasarkan hasil pemetaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan diperolehnya peta sebaran titik TPS yang menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan bak sampah, serta terbangunnya satu unit bak sampah dengan fasilitas pemilahan sampah organik dan roket stove yang telah dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuang sampah rumah tangga. Pendekatan yang mengintegrasikan pemetaan spasial dengan pembangunan fasilitas fisik ini terbukti membuat penempatan bak sampah lebih tepat sasaran dan mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah di tingkat desa




